
Saturday, 19 July 2014
Download Buku kurikulum 2013 gratis kelas 7, kelas 8 SMP untuk guru dan siswa

Biologi kelas 8 kurikulum 2013 : Gerak pada tumbuhan
Biologi Kelas 8 SMP: Gerak pada Tumbuhan
ByTumbuhan juga melakukan gerak meskipun gerak pada tumbuhan tidak menghasilkan perpindahan tempat. Gerak tumbuhan hanya dilakukan oleh bagian tertentu, seperti bagian ujung tunas, ujung akar, dan daun. Tumbuhan tingkat tinggi dapat merespon rangsangan tertentu dari lingkungannya dengan melakukan gerak. Gerak pada tumbuhan umumnya sangat lambat sehingga perlu ketelitian tinggi untuk dapat mengamatinya. Gerak pada tumbuhan terbagi menjadi tiga yaitu gerak endonom, esionom, dan higroskopis.1. Gerak Endonom
Gerak endonom adalah gerak yang tidak diketahui penyebab luarnya. Gerak ini dikenal pula sebagai gerak spontan karena tumbuhan melakukan gerakan secara spontan tanpa perlu adanya rangsangan dari luar.
![]() |
| Gerak Endonom |
Contoh gerak endonom ini adalah gerak pertumbuhan daun dan gerak rotasi sitoplasma (siklosis) pada sel-sel daun Hydrilla verticillata yang dapat dideteksi dari gerak sirkulasi klorofil di dalam sel.
2. Gerak Esionom
Gerak esionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari lingkungan sekitar. Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak esionom dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu tropisme, taksis, dan nasti.
a. Gerak Tropisme
Tropisme adalah gerak sebagian organ tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan dari luar dan arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Tropisme berasal dari kata Yunani yaitu trope yang artinya belokan. Tropisme biasanya diberi nama sesuai dengan jenis rangsangannya. Gerak tropisme yang mendekati arah rangsang disebut tropisme positif sedangkan gerak tropisme yang menjauhi rangsang disebut tropisme negatif.
- Geotropisme/gravitropisme, adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan gaya gravitasi bumi. Charles Darwin adalah orang yang pertama kali mencatat bahwa gerak pertumbuhan akar adalah geotropisme positif karena searah dengan gaya gravitasi bumi. Sedangkan pertumbuhan batang termasuk geotropisme negatif, karena arahnya berlawanan dengan arah gravitasi bumi.
![]() |
| Gerak Geotropisme |
- Hidrotropisme, adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan kelembapan atau air. Makhluk hidup memiliki kecenderungan untuk mendekati atau menjauhi air. Tentu kamu mengetahui bahwa pertumbuhan akar umumnya menuju ke sumber air.
- Tigmotropisme, adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan sentuhan atau kontak fisik dengan benda padat. Tumbuhan merambat umumnya tumbuh lurus terus-menerus hingga ujung batangnya menyentuh sesuatu. Kontak itu membuat lengkungan pada tumbuhan. Sel pada bagian yang bersentuhan dengan benda lain perkembangannya lebih lambat dibandingkan dengan bagian yang tidak tersentuh, sehingga pertumbuhannya menjadi melengkung. Contoh gerak tigmotropisme adalah gerak membelit sulur tumbuhan markisa dan mentimun.
- Fototropisme/heliotropisme, adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan cahaya. Umumnya arah tumbuh tumbuhan dipengaruhi oleh cahaya, khususnya cahaya matahari. Pertumbuhan yang mendekati sumber cahaya disebut fototropisme positif sedangkan pertumbuhan yang menjauhi cahaya (menuju kegelapan) disebut fototropisme negatif atau skototropisme. Contoh fototropisme negatif adalah pada Monstera sp yang pertumbuhannya mendekati daerah yang gelap. Akar biasanya memperlihatkan fototropisme negatif, meskipun geotropisme lebih berperan dalam pertumbuhannya.
- Kemotropisme, adalah gerakan yang dipengaruhi oleh rangsangan bahan kimiawi. Contoh adalah gerak pertumbuhan buluh serbuk sari menuju bakal buah saat berlangsungnya pembuahan.
b. Gerak Taksis
Gerak taksis adalah gerak seluruh bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh sumber rangsangan. Gerak taksis biasanya dilakukan oleh organisme uniseluler. Berdasarkan jenis rangsangannya, taksis dapat dibedakan menjadi kemotaksis dan fototaksis.
- Kemotaksis, yaitu gerak taksis yang dipengaruhi oleh rangsangan berupa bahan kimia. Contohnya adalah gerak pada sel sperma tumbuhan berbiji tertutup yang menuju sel telur karena adanya rangsangan senyawa kimia yang diproduksi oleh sel telur. Arkegonium tumbuhan paku juga menghasilkan protein serupa untuk merangsang sel sperma bergerak secara kemotaksis mendekatinya agar terjadi pembuahan.
- Fototaksis, yaitu gerak taksis yang dipengaruhi rangsang berupa cahaya. Contoh gerakan kloroplas pada Spirogyra yang bergerak ke daerah yang terkena cahaya. Gerak ganggang hijau uniseluler Euglena dan Clamidomonas ke tempat yang lebih terang juga termasuk fototaksis.
c. Gerak Nasti
Nasti adalah gerak sebagian tumbuhan akibat rangsangan dari luar, tetapi arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Gerak nasti dibedakan menjadi lima macam, yaitu sebagai berikut.
- Niktinasti, yaitu gerak tidur daun tanaman Leguminosae (kacang-kacangan) menjelang petang akibat perubahan tekanan turgor pada tangkai daun. Perubahan ini disebabkan karena rangsangan suasana yang gelap.
- Fotonasti, yaitu gerak nasti yang sumber rangsangannya berupa cahaya, misalnya mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) pada sore hari karena telah memperoleh periode terang yang cukup dari cahaya matahari.
- Seismonasti/tigmonasti, adalah gerak yang dipengaruhi oleh getaran/sentuhan. Contoh paling mudah adalah gerak menutupnya daun putri malu (Mimosa pudica) saat tersentuh. Gerak ini disebabkan adanya perubahan takanan turgor pada tangkai daun.
![]() |
| Gerak Seismonasti |
- Termonasti, adalah gerak nasti yang sumber rangsangnya berupa suhu. Misalnya mekarnya bunga tulip pada harihari yang hangat pada musim semi.
- Nasti kompleks, yaitu gerak nasti yang sumber rangsangnya lebih dari satu. Contoh gerak ini adalah membuka menutupnya stomata karena pengaruh kadar air, cahaya, suhu, dan zat kimia.
3. Gerak Higroskopis
Gerak higroskopis disebabkan karena perubahan kadar air. Gerak ini dapat menyebabkan pecahnya buah kapas dan polongpolongan setelah mengering. Contoh lainnya adalah membukanya sel anulus pada sporangium tumbuhan paku dan membukanya gigi peristom pada sporangium tumbuhan lumut.
Thursday, 17 July 2014
Cara Tamat GTA San andreas Tanpa savegame ,Tanpa misi dan tanpa trainer
Wednesday, 16 July 2014
Cara melihat Hasil Pemilu Di KPU Online
Wah , Di www.kpu.go.id bingung gue caranya melihat hasil Pilpres ,
Dan ternyata Ada 1 cara , Yaitu di Sini
Dan ternyata Ada 1 cara , Yaitu di Sini
Monday, 7 July 2014
Ciri ciri dan contoh teks eksplanasi tentang banjir
Ciri-ciri Teks Eksplanasi:
1. Strukturnya terdiri atas: pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi.
Pernyataan umum merupakan gambaran awal tentang apa yang disampaikan dengan pernyataan yang bersifat umum. Deretan penjelasan (eksplanasi) merupakan inti penjelasan apa yang disampaikan. Sementara itu, interpretasi yang berisi pandangan atau simpulan penulis bersifat opsional, boleh ada atau boleh juga tidak ada.
2. Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual)
3. Faktualnya memuat informasi yang bersifat keilmuan (misal: sains).
Banjir merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai. Secara sederhana banjir dapat didefinisikan sebagai hadirnya air di suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut. Dalam pengertian yang luas, banjir dapat diartikan sebagai suatu bagian dari siklus hidrologi, yaitu pada bagian air di permukaan bumi yang bergerak ke laut. Dalam siklus hidrologi kita dapat melihat bahwa volume air yang mengalir di permukaan Bumi dominan ditentukan oleh tingkat curah hujan, dan tingkat peresapan air ke dalam tanah.
Air hujan sampai di permukaan Bumi dan mengalir di permukaan Bumi, bergerak menuju ke laut dengan membentuk alur-alur sungai. Alur-alur sungai ini di mulai di daerah yang tertinggi di suatu kawasan, bisa daerah pegunungan, gunung atau perbukitan, dan berakhir di tepi pantai ketika aliran air masuk ke laut.
Secara sederhana, segmen aliran sungai itu dapat kita bedakan menjadi daerah hulu , tengah, dan hilir . Di daerah hulu yang biasanya terdapat di daerah pegunungan, gunung atau perbukitan. Lembah sungai sempit dan potongan melintangnya berbentuk huruf “V”. Di dalam alur sungai banyak batu yang berukuran besar (bongkah) dari runtuhan tebing, dan aliran air sungai mengalir di sela-sela batu-batu tersebut. Air sungai relatif sedikit. Tebing sungai sangat tinggi. Terjadi erosi pada arah vertikal yang dominan oleh aliran air sungai.
Di daerah tengah, umumnya merupakan daerah kaki pegunungan, kaki gunung, atau kaki bukit. Alur sungai melebar dan potongan melintangnya berbentuk huruf “U”. Tebing sungai tinggi. Terjadi erosi pada arah horizontal, mengerosi batuan induk. Dasar alur sungai melebar, dan di dasar alur sungai terdapat endapan sungai yang berukuran butir kasar. Bila debit air meningkat, aliran air dapat naik dan menutupi endapan sungai yang di dalam alur, tetapi air sungai tidak melewati tebing sungai dan keluar dari alur sungai.
Di daerah hilir, umumnya merupakan daerah dataran. Alur sungai lebar dan bisa sangat lebar dengan tebing sungai yang relatif sangat rendah dibandingkan lebar alur. Alur sungai dapat berkelok-kelok seperti huruf “S” yang dikenal sebagai “meander”. Di kiri dan kanan alur terdapat dataran yang secara teratur akan tergenang oleh air sungai yang meluap, sehingga dikenal sebagai “dataran banjir”. Di segmen ini terjadi pengendapan di kiri dan kanan alur sungai pada saat banjir yang menghasilkan dataran banjir. Terjadi erosi horizontal yang mengerosi endapan sungai itu sendiri yang diendapkan sebelumnya.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di selokan sungai. Akibatnya, mampu merendam dan merusak jalan raya, jembatan, mobil, bangunan, sistem selokan bawah tanah, dan kanal. Kerugian dari segi harta dan jiwa manusia merupakan dampak lain dari terjadinya banjir.
Artikel terkait :
1. Strukturnya terdiri atas: pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi.
Pernyataan umum merupakan gambaran awal tentang apa yang disampaikan dengan pernyataan yang bersifat umum. Deretan penjelasan (eksplanasi) merupakan inti penjelasan apa yang disampaikan. Sementara itu, interpretasi yang berisi pandangan atau simpulan penulis bersifat opsional, boleh ada atau boleh juga tidak ada.
2. Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual)
3. Faktualnya memuat informasi yang bersifat keilmuan (misal: sains).
BANJIR
Air hujan sampai di permukaan Bumi dan mengalir di permukaan Bumi, bergerak menuju ke laut dengan membentuk alur-alur sungai. Alur-alur sungai ini di mulai di daerah yang tertinggi di suatu kawasan, bisa daerah pegunungan, gunung atau perbukitan, dan berakhir di tepi pantai ketika aliran air masuk ke laut.
Secara sederhana, segmen aliran sungai itu dapat kita bedakan menjadi daerah hulu , tengah, dan hilir . Di daerah hulu yang biasanya terdapat di daerah pegunungan, gunung atau perbukitan. Lembah sungai sempit dan potongan melintangnya berbentuk huruf “V”. Di dalam alur sungai banyak batu yang berukuran besar (bongkah) dari runtuhan tebing, dan aliran air sungai mengalir di sela-sela batu-batu tersebut. Air sungai relatif sedikit. Tebing sungai sangat tinggi. Terjadi erosi pada arah vertikal yang dominan oleh aliran air sungai.
Di daerah tengah, umumnya merupakan daerah kaki pegunungan, kaki gunung, atau kaki bukit. Alur sungai melebar dan potongan melintangnya berbentuk huruf “U”. Tebing sungai tinggi. Terjadi erosi pada arah horizontal, mengerosi batuan induk. Dasar alur sungai melebar, dan di dasar alur sungai terdapat endapan sungai yang berukuran butir kasar. Bila debit air meningkat, aliran air dapat naik dan menutupi endapan sungai yang di dalam alur, tetapi air sungai tidak melewati tebing sungai dan keluar dari alur sungai.
Di daerah hilir, umumnya merupakan daerah dataran. Alur sungai lebar dan bisa sangat lebar dengan tebing sungai yang relatif sangat rendah dibandingkan lebar alur. Alur sungai dapat berkelok-kelok seperti huruf “S” yang dikenal sebagai “meander”. Di kiri dan kanan alur terdapat dataran yang secara teratur akan tergenang oleh air sungai yang meluap, sehingga dikenal sebagai “dataran banjir”. Di segmen ini terjadi pengendapan di kiri dan kanan alur sungai pada saat banjir yang menghasilkan dataran banjir. Terjadi erosi horizontal yang mengerosi endapan sungai itu sendiri yang diendapkan sebelumnya.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di selokan sungai. Akibatnya, mampu merendam dan merusak jalan raya, jembatan, mobil, bangunan, sistem selokan bawah tanah, dan kanal. Kerugian dari segi harta dan jiwa manusia merupakan dampak lain dari terjadinya banjir.
Artikel terkait :
- Belajar teks eksplanasi
- tugas teks eksplanasi
- teks eksplanasi tentang erosi
- teks eksplanasi tentang banjir
Pengertian Singular and Plural
Jika suatu benda (thing) tersebut berjumlah hanya satu (tunggal), maka benda tersebut adalahsingular (tunggal). Dan jika jumlahnya lebih dari satu (banyak), maka benda tersebut adalahplural (jamak).
Untuk subject "YOU" bisa tunggal/ jamak (kamu 1 orang/ lebih). Sedangkan subject "THEY"yang memiliki arti mereka, bisa digunakan untuk mewakili benda/ binatang yang berjumlah lebih dari 1 (jamak).
Dalam belajar bahasa inggris tentunya kita sering mendengar atau mendapatkan materi singular and plural. Dalam kasus ini, bentuk singular and plural sering digunakan pada nouns (kata benda) untuk menunjukkan apakah kata benda tersebut jumlahnya tunggal atau jamak.
Biasanya pada kata benda (nouns), untuk menandakan atau menunjukkan bahwa kata benda tersebut jamak, kita cukup menambahkan akhiran “–s/-es” diakhir katanya. Tetapi ada beberapa yang tidak menggunakan akhiran “–s/-es”.
Contoh Singular and Plural
CATATAN:
Hanya countable nouns (kata benda yang dapat dihitung) yang dapat diberi akhiran “–s/-es”untuk menandakan bahwa kata benda tersebut jamak (jumlahnya lebih dari satu). Silahkan perhatikan contoh pada tabel di bawah ini.
Countable Nouns (Kata benda yang dapat dihitung) dengan akhiran “-s/-es”
| |
Singular (tunggal)
|
Plural (jamak)
|
Potato
|
Potatoes
|
Chair
|
Chairs
|
Banana
|
Bananas
|
Friend
|
Friends
|
Box
|
Boxes
|
Glass
|
Glasses
|
Mango
|
Mangoes
|
Song
|
Songs
|
Book
|
Books
|
Bedroom
|
bedrooms
|
Machine
|
Machines
|
Etc.
|
Etc.
|
CATATAN:
Tidak semua countable nouns (kata benda yang dapat dihitung) selalu dikahiri dengan “–s/-es”untuk merubahnya kedalam bentuk plural (jamak). Silahkan perhatikan tabel di bawah ini untuk mengetahui beberapa kata benda (nouns) yang tidak perlu ditambahkan akhiran “–s/-es” (ada perubahan penulisan pada kata benda-nya) ketika berubah menjadi bentuk jamak (plural).
Countable Nouns (Kata benda yang dapat dihitung) tanpa akhiran “-s/-es”
| |
Singular (tunggal)
|
Plural (jamak)
|
Analysis
|
Analyses
|
Appendix
|
Appendices
|
Bacterium
|
Bacteria
|
Child
|
Children
|
Crisis
|
Crises
|
Criterion
|
Criteria
|
Curriculum
|
Curricula
|
Datum
|
Data
|
Foot
|
Feet
|
Goose
|
Geese
|
Man
|
Men
|
Matrix
|
Matrices
|
Mouse
|
mice
|
Ox
|
Oxen
|
Person
|
people
|
Phenomenon
|
Phnomena
|
Tooth
|
Teeth
|
Woman
|
Women
|
Etc.
|
Etc.
|
Semua keterangan dan contoh di atas adalah penjelasan umum mengenai Singular and Plural, masih banyak contoh-contoh unik lainnya yang dapat kita temukan di kamus (dictionary).
PENTING:
Penambahan akhiran “-s/-es” tidak berlaku pada uncountable nouns (kata benda yang tidak dapat dihitung). Dan untuk informasi selengkapnya, kami sarankan silahkan baca juga artikel kami mengenai Contoh Uncountable Nouns.
Untuk menandakan bentuk singular, kita perlu menambakan artikel “-a/ -an” sebelum kata bendanya (nouns). Contohnya:
An apple = 1 apel/ sebuah apel.
(menggunakan “an” karena kata benda “apple” diawali dengan huruf vokal “a”)
A table = 1 meja/ sebuah meja.
(menggunakan “a” karena kata benda “table” diawali dengan huruf konsonan “t”)
CATATAN:
Sedangkan untuk subject:
I, He, She, It = Singular (Tunggal).
You, They, We = Plural (Jamak)
Untuk subject "YOU" bisa tunggal/ jamak (kamu 1 orang/ lebih). Sedangkan subject "THEY"yang memiliki arti mereka, bisa digunakan untuk mewakili benda/ binatang yang berjumlah lebih dari 1 (jamak).
Contoh Kalimat Singular (Tunggal):
He is a student in the Phoenix University.
(Artinya: Dia adalah siswa di Universitas Phoenix)
My class is beautiful.
(Artinya: Kelas saya indah)
Etc.
Contoh Kalimat Plural (Jamak):
The Dean meets her students in front of the office.
(Artinya: Dekan bertemu dengan siswa-siswanya di depan kantor)
My rooms are rented for three months.
(Artinya: Kamar-kamar saya disewakan selama 3 bulan)
Etc.
Semoga artikel ini bisa dipahami dan membantu untuk belajar bahasa inggris, jika bermanfaat mohon di share. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam pengetikan. Dan untuk segala jenis pertanyaan, saran, dan kritik bisa dicantumkan pada kolom komentar.
Artikel Terkait :
- Belajar Singular dan Plural
- Mempelajari Singular dan Plural
- cara mudah belajar Singular dan Plural
- jangan lewatkan ini
- memahami Singular dan Plural
Subscribe to:
Posts (Atom)








