Social Icons

twitterfacebook gilangdamarmukti google plus gilangdamarmuktilinkedinrss feedemail

Tuesday, 27 January 2015

Rangkuman IPA kelas 8 SMP Kurikulum 2013 gerak pada tumbuhan

MACAM-MACAM GERAK PADA TUMBUHAN
Setiap organisme mempunyai iritabilita, yaitu mampu menerima rangsang dan mampu pula menanggapi rangsang. Salah satu bentuk tanggapan yang umum adalah berupa gerak. Gerak pada hewan berupa perubahan posisi tubuh atau perpindahan yang meliputi seluruh atau sebagian dari tubuh. Gerak pada tumbuhan umumnya terbatas pada perubahan posisi pada sebagian dari tubuh tumbuhan. Gerak pada tumbuhan dibagi 3 golongan, yaitu : 
I.      Gerak Higroskopis
Gerak higroskopis ialah gerak yang ditimbulkan oleh pengaruh perubahan kadar air. Misalnya:
a.       Gerak membukanya kotak spora pada tumbuhan paku.
b.      Pecahnya buah polong pada tanaman turi yang sudah tua.


II.      Gerak Esionom
Gerak esionom yaitu gerak yang dipengaruhi rangsang dari luar. Gerak Esionom dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:
a.      Gerak Tropi (Tropisme), yaitu gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah rangsang. Tropisme positif jika arah gerak mendekati rangsang dan tropisme negatif jika arah gerak menjauhi rangsang.Macam-macam gerak tropisme:
1.      Fototropisme atau Heliotropisme, rangsang berupa cahaya, misalnya gerak daun condong ke cahaya
 2.      Geotropi, rangsang berupa grafitasi bumi, misalnya gerak akar tumbuh ke dalam tanah dan gerak batang tegak keatas.
3.    Tigmotropi atau Haptotropi, rangsang berupa persinggungan, misalnya sulur tanaman sirih merah yang melilit pada batang

4.     Hidrotropi, rangsang berupa air, misalnya gerak akar membelok ke sumber air

b.      Gerak Taksis, yaitu gerak berpindah seluruh tubuh tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang. Seperti bentuk tropisme, terdapat taksis positif dan negatif. Beberapa bentuk taksis :
  1)         Fototaksis, rangsang berupa Cahaya,  misalnya gerak kloroplas kebagian sel yang terkena cahaya
  2)         Kemotaksis, rangsang berupa bahan kimia, misalnya gerak sperma dari benang sari menuju ke ovum pada putik bunga.
c.       Gerak Nasti, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan yang arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah rangsang. Gerak ini disebabkan terjadinya perubahan tekanan turgor akibat pemberian rangsang. Beberapa bentuk nasti :




1)         Niktinasti, rangsang berupa gelap, misalnya gerak mengatupnya daun turi, daun                              asam, daun putri malu pada malam hari
2)         Seismonasti, rangsang berupa sentuhan mekanik, misalnya gerak daun putri malu                            mengatup saat disentuh

            3)         Termonasti, rangsang berupa perubahan suhu, misalnya gerak mekarnya bunga                              Tulip
4)         Fotonasti, rangsang berupa perubahan cahaya, misalnya gerak mekarnya bunga                              pukul empat
5)         Nasti Kompleks, penyebab rangsang lebih dari satu, Contoh : gerak membuka dan menutupnya sel-sel penutup stomata, rangsang berupa cahaya, suhu, air, dan zat kimia
 III.            Gerak Endonom
Gerak Endonom, yaitu gerak yang belum/tidak diketahui sebabnya. Karena belum diketahui sebabnya ada yang menduga tumbuhan itu sendiri yang menggerakkannya. Gerak Endonom disebur juga gerak OTONOM, misalnya gerak tumbuh dan gerak aliran sitoplasma dalam sel.


Friday, 23 January 2015

Kesalahan dan pembenaran teknik menendang bola kaki bagian luar,dalam dan punggung

Menendang Bola Dengan Kaki Bagian Dalam
Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak menendang bola dengan kaki bagian dalam dengan urutan gerakan sebagai berikut:
1.       Berdiri posisi melangkah, kaki kiri di depan kanan di belakang menghadap ke bola.
2.     Kaki kiri menumpu di samping bola jarak sekepalan tangan dengan ujung kaki mengarah ke depan serta lutut sedikit di tekuk dan badan agak condong ke depan.
3.     Kaki kanan di buka ke luar sehingga mata kaki mengarah ke bola dan kedua lengan menjaga keseimbangan.
4.    Ayunkan kaki kanan ke bola menggunakan kaki bagian dalam.
5.     Gerakan selanjutnya di ikuti oleh gerak lanjut dari kaki tendang yang di imbangi anggota tubuh lainnya.
Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak menendang bola dengan kaki bagian dalam, yaitu: sikap badan kaku, kaki tumpu, tidak di samping bola, kaki tendang tidak stabil, badan kurang condong ke depan, dan tidak diikuti gerak lanjut.
Menendang Bola Dengan Punggung Kaki Bagian Dalam
Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak menendang bola dengan punggung kaki bagian dalam dengan urutan gerakan sebagai berikut.
1.       Sikap berdiri di belakang bola.
2.     Kaki tumpu harus di samping bola dengan jarak sekepalan tangan.
3.     Badan sedikit condong ke depan, kedua lengan rilex untuk menjaga keseimbangan dan pandangan di pusatkan ke bola.
4.    Pada saat kaki tendang mengayun ke depan, kaki mengarah ke bola, pergelangan kaki di titik tengah, ujung kaki selangkah ke samping bawah.
5.     Bola di tendang tepat pada sasaran titik pusat tendangan depan berkenaan pada punggung kaki bagian dalam.
6.    Sikap akhir tendangan diikuti oleh gerak lanjut kaki tendang yang diikuti anggota badan seluruhnya.
Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak menendang bola dengan punggung kaki bagian dalam, yaitu: sikap badan kaku, kaki tumpu tidak disamping bola, kaki tendang tidak stabil, badan kurang condong ke depan, dan tidak di ikuti gerak lanjut.
·       Teknik menendang bola dengan kaki bagian luar 
o   Ancang - Ancang
o   Kaki tumpu di samping bola. 
o   Kaki tendang diayun dari belakang, agak diputar ke dalam.
o   Perkenaan bola di kaki bagian luar. 
o   Kaki tendang menjaga keseimbangan
·       Kesalahan menendang bola dengan kaki bagian luar
o   Perkenaan sering kali di kaki bagian dalam
o   Kaki terkadang tidak menjaga keseimbangan
o   Kadang tidak memakai ancang-ancang
·       Pembenaran
o   Ancang-ancang saat akan menendang
o   Melatih keseimbangan

o   Selalu memperkenakan bola pada kaki bagian luar dengan terus latihan.

Tuesday, 20 January 2015

Kelas 8 smp Agama Islam semester 2 kurikulum 2013 iman kepada rasul Allah SWT


A.   Pengertian Iman kepada Rasul Allah SWT
Iman kepada Rasul Allah termasuk rukun iman yang keempat dari enam rukun yang wajib diimani oleh setiap umat Islam. Yang dimaksud iman kepada para rasul ialah meyakini dengan sepenuh hati bahwa para rasul adalah orang-orang yang telah dipilih oleh Allah swt. untuk menerima wahyu dariNya untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia agar dijadikan pedoman hidup demi memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Pengertian rasul dan nabi berbeda. Rasul adalah manusia pilihan yang diberi wahyu oleh Allah SWT untuk dirinya sendiri dan mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kepada umatnya.Nabi adalah manusia pilihan yang di beri wahyu oleh Allah SWT untuk dirinya sendiri tetapi tidak wajib menyampaikan pada umatnya. Dengan demikian seorang rasul pasti nabi tetapi nabi belum tentu rasul. Meskipun demikian kita wajib meyakini keduanya.
Firman Allah SWT :
“Dan kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan.Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada kekawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”(QS. Al An’am 6 : 48)
B.   Nama-Nama Rasul Allah Dan Sifat Sifatnya
Rasul rasul yang wajib diimani berjumlah 25 orang:
1. Adam As            6. Ibrahim As   11. Yusuf As     16. ZulkiFli As               21. Yunus As
2. Idris As              7. Luth As        12. Ayub As      17. Daud As                 22. Zakaria As
3. Nuh As               8. Ismail As      13. Syu’aib As  18. Sulaiman As           23. Yahya As
4. Hud As               9. Ishaq As       14. Musa As     19. Ilyas As                  24. Isa As
5. Sholeh As           10. Yaqub As    15. Harun As    20. Ilyasa As                25. Muhammad Saw
·         Rasul Ulul Azmi
Rasul ulul azmi adalah utusan Allah yang memiliki kesabaran dan ketabahan yang luar biasa dalam menyampaikan risalah kepada umatnya.
Diantaran 25 nabi dan rasul, ada rasul yang di beri gelar ulul azmi, yaitu :
1)    Nabi Nuh As
2)    Nabi Ibrahim As
3)    Nabi Musa As
4)    Nabi Isa As
5)    Nabi Muhammad SAW
·         Sifat wajib Rasul ada 4 antara lain :
1.      Sidiq           : berkata benar
2.      Amanah      : dapat dipercaya
3.      Tabligh       : menyampaikan
4.      Fathonah    : cerdik,pandai
·         Sifat mustahil bagi Rasul yaitu :
1.      Kizib           : berkata bohong
2.      Khianah      : tidak dapat dipercaya
3.      Kitman       : menyembunyikan
4.      Baladah      : bodoh
C.    Mukjizat Rasul
Fungsi Mukjizat :
1.      Mukjizat sebagai bukti kebenaran bahwa yang membawanya benar-benar Rasul utusan Allah SWT.
2.      Mukjizat sebagai senjata yang digunakan oleh para Rasul untuk menghadapi dan mengalahkan musuh-musuh yang menentangnya.
Pada dasarnya Mukjizat dikelompokan menjadi 4 macam, yaitu :
1.      Mukjizat Kauniyah : Mukjizat yang berhubungan dengan peristiwa alam, seperti terbelahnya laut merah dengan tongkay Nabi Musa As.
2.      Mukjizat Syahsiyah : Mukjizat yang keluar dari tubuh seorang Rasul, seperti air yang keluar dari celah-celah jari Nabi Muhammad SAW.
3.      Mukjizat Salbiyah : Mukjizat yang dapat menghilangkan kekuatan, seperti Raja Namrud membakar Nabi Ibrahim As. ,namun api yang membakarnya tidak mempan.
4.      Mukjizat Akliah : Mukjizat yang masuk akal atau rasional, yaitu Al-Qura’an.

D.    Tanda-Tanda Beriman Kepada Rasul-Rasul Allah SWT
1.      Teguh keimananya kepada Allah SWT
2.      Mempercayai ajaran yang disampaikan para Rasul
3.      Mengamalkan ajaran-ajaran yang dibawa oleh Rasul
4.      Menjadikan Rasul sebagai teladan hidup, baik sebagai pribadi ataupun pemimpin umat
Allah Berfirman :
“Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”(QS. Al-Ahzab[33] : 21)
1.      Mencintai para Rasul dengan cara mengikuti dan mengamalkan Sunnah-sunnahnya
2.      Mengetahui hakikat dirinya bahwa ia diciptakan untuk mengabdi kepada Allah SWT
Allah Berfirman :
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”. (QS.Ad-Dzariyat : 56)
1.      Selalu membaca sholawat atas mereka
2.      Tidak membeda-bedakan antara Rasul yang satu dengan yang lain
Siapa saja yang menaati para Rasul ,berarti mereka menaati Allah SWT dan para Rasul-Nya, mereka dijanjikan pahala yang sangat besar & mulia, tidak hanya masuk Surga, namun akan ditempatkan bersama-sama orang yang paling tinggi derajatnya, yaitu :
a)    Para Nabi dan Rasul, termasuk manusia pilihan
b)    Para Siddiqin, ialah orang-orang yang memiliki keteguhan iman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya
c)    Para Syuhada, merupakan orang yang rela mati dalam membela ajaran agama Islam.
Para Syuhada dikelompokan menjadi 4 ,yaitu :
·         Orang yang berjuang di jalan Allah dan mati terbunuh dalam peperangan melawan para kafir.
·         Orang yang berjuang di jalan Allah sampai menghabiskan jiwa dan hartanya.
·         Orang yang mati tertimpa musibah, seperti melahirkan, teraniaya, dan terbunuh.
·         Orang yang selalu berbuat amal sholeh & membawa manfaat bagi kepentingan umum.

E.    Contoh Perilaku Beriman kepada Rasul-Rasul Allah SWT dalam Kehidupan Sehari-hari
Perilaku-perilaku yang dilakukan para Rasul dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat yang dapat diteladani ,antara lain :
1)    Mengajak manusia mengakui kebesaran Allah SWT. ,baik dalam sifat-sifatNya dan segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah Ketuhanan.
2)    Menjelaskan kepada manusia tentang cara-cara memuliakan dan membesarkan Allah SWT dalam bentuk kegiatan ibadah, dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
3)    Mengajak manusia untuk memilih akhlak yang mulia
4)    Menjelaskan aturan-aturan kehidupan manusia.
5)    Mendorong manusia untuk gigih dan giat berusaha mencapai kehidupan yang baik d dunia dan akhirat.
6)    Mengajak manusia untuk memalingkan hawa nafsu mereka dari mengecap kelezatan dunia yang fana untuk mencapai cita-cita yang tinggi.
F.    Cara Meneladani Perilaku Rasul dalam Kehidupan Sehari-hari
1)    Menjaga amanah yang diberikan Allah SWT kepada kita selaku manusia. Amanat yang diberikan Allah SWT yang paling pokok adalah beribadah kepada-Nya.
2)    Memelihara sifat jujur
3)    Senantiasa memohon ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan atau dosa yang kita lakukan setiap hari.
G.    Cara Meningkatkan Kadar Keimanan Kepada Para Rasul Allah
1)    Memperbanyak membaca Al-Qur’an dan merenungkan Maknanya
2)    Mempelajari dengan cermat sejarah (siroh) para Rasul Allah
3)    Mempelajari Kehidupan orang-orang sholeh (Generasi Shalafus Sholihin, para sahabat Rasul, murid-murid para sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in) ,karena mereka adalah generasi-generasi terbaik dalam Islam.
H.     Fungsi Iman Kepada Rasul Allah SWT
1.      Bertambah iman kepada Allah SWT dengan mengetahui bahwa rasul benar-benar manusia pilihan Allah.
2.      Memperoleh teladan yang baik untuk menjalani hidup.


Nabi Shaleh dan Kaum Tsamud
Nabi Shaleh as adalah putra Ubaid bin Jabir bin Tsamud. Kaum Nabi Shaleh dinamakan Tsamud, nama yang dibangsakan kepada nama kakeknya tadi, yaitu Tsamud bin Amir bin Iram bin Sam bin Nuh. Jadi, Nabi Shaleh adalah keturunan ketujuh dari Nabi Nuh as.
Kaum Tsamud memiliki kelakuan yang tidak berbeda dengan kaum ‘Ad, pendahulu mereka. Kaum Tsamud tinggal di pegunungan dan bukit-bukit yang terletak antara Hejaz dan Syam (Syiria), di sebelah tenggara negeri Madyan. Wilayah ini dahulunya dikuasai kaum ‘Ad. Daerah tempat tinggal kaum ‘Ad dirombak dan dibangun kembali oleh kaum Tsamud, sehingga menjadi negeri yang lebih makmur dari zaman kaum ‘Ad dahulu. Bukit-bukit yang bernama Al Hijr itu diolah menjadi gedung-gedung mewah dan benteng-benteng perlindungan yang kokoh. Kaum Tsamud hidup dalam kemewahan dengan harta melimpah. Mata pencaharian mereka beternak dan berkebun bunga. Kaum Tsamud dikenal sangat durhaka. Bentuk-bentuk kedurhakaan kaum Tsamud antara lain:
1.     Tidak meyakini adanya Allah
2.    Menyembah berhala
3.    Meminta perlindungan kepada berhala dari segala bencana dan musibah
4.    Menghina dan menuduh Nabi Shaleh kerasukan setan dan kena sihir
Kedurhakaan Kaum Tsamud
Nabi Shaleh mengajak kaum tsamud beriman kepada Allah, karena mereka telah tersesat dengan tidak mau meninggalkan kepercayaan yang diwarisi nenek moyang mereka, yaitu menyembah berhala. Kesesatan kaum Tsamud, dapat dilihat dari urutan-urutan keterangan berikut:
1.     Nabi Shaleh berseru mengajak kaum Tsamud, “Wahai kaumku, sembahlah Allah, tiada kamu pantas berTuhan selain Allah. Dia yang menjadikan kamu dari bumi, kemudian memakmurkannya. Sebab itu, minta ampunlah kamu dan bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhan itu dekat lagi memperkenankan parmintaan orang”. QS. Hud: 6
2.    Mendapat seruan itu, kaum Tsamud menjawab, “Hai Shaleh, sesungguhnya engkau tempat harapan kami sebelum ini. Patutkah engkau melarang kami menyembah apa yang disembah bapak-bapak kami? Sesungguhnya kami di dalam keraguan, tentang apa yang engkau serukan kepada kami itu dan kami menaruh curiga”. QS. Hud: 62
3.    Seruan Nabi Shaleh tidak mendapat dukungan dan pengikut, bahkan ditolak, terutama oleh golongan orang kaya yang merupakan mayoritas penduduk. Mereka tetap keras kepala tidak mau meninggalkan adat-istiadat nenek moyang mereka
4.    Suatu waktu, kaum Nabi Shaleh melontarkan kata-kata yang aneh, dengan maksud mengolok-olok, “Wahai Shaleh! Kami mengenalmu seorang yang pandai, tangkas dan cerdas. Pikiranmu tajam, pendapat dan semua kebijaksanaanmu senantiasa tepat. Engaku pantas menjadi harapan dan kepercayaan kami. Tetapi kepercayaan kami kepadamu telah hilang, karena tingkah laku dan perbuatanmu yang menyimpang dan menyalahi adat-istiadat nenek moyang leluhurmu. Engkau akan menghancurkan kabiasaan hidup kami yang sudah berurat berakar. Apa yang engkau serukan kepada kami, tidak akan kami terima. Kami tidak akan percaya kepada perkataanmu, kami tidak akan mengakui kerasulanmu”.
5.    Mereka tidak berhasil menghentika usaha Nabi Shaleh yang gigih. Bahkan, semakin banyak orang-orang yang mengikuti ajarannya.
E.    Siksaan Allah kepada Kaum Tsamud
Mukjizat Nabi Shaleh as yang mencengangkan tadi sebelumnya tidak diceritakan tentang mukjizat bukannya membuat kaum Tsamud insyaf dan beriman. Bahkan dengan angkuh dan sombong mereka bermaksud membunuh unta betina Nabi Shaleh as. Padahal sebelumnya Nabi Shaleh memperingatkan untuk tidak mengganggu unta tersebut, apalagi membunuhnya, sebab akan mengundang azab Allah. Nabi Shaleh as meyakinkan bahwa unta tersebut adalah pemberian Allah yang member manfaat bagi kehidupan manusia. Setiap orang boleh mengambil air susu unta tersebut.
Sebagai imbalan diperbolehkannya mengambil air susu unta tersebut, Nabi Shaleh member syarat, agar unta tersebut dibiarkan bebas minum air sumur penduduk seharian penuh, besoknya penduduk yang mengambil air untuk kebutuhan mereka. Demikian secara bergiliran. Kalau penduduk tidak kebagian air karena diminum unta sampai habis, ebagai gantinya mereka boleh mengambil air susu unta yang tudak pernah kering.
Beberapa minggu hal itu berlangsung, tanpa ada orang yang berani mengganggu unta Nabi Shaleh. Yang sudah beriman semakin yakin dan kokoh imannya. Sebaliknya, yang durhaka tambah penasaran dan semakin dengki kepada Nabi Shaleh. Akhirnya, unta Nabi itupun dibunuhnya, antara lain oleh Mushadda’ bin Muharrij dan Gudar bin Salif dibantu oleh 7pemuda lainnya. Tentang unta ini, lihat QS. Asy Syu’ara: 155-159 dan Al A’raf: 73-79.
Kejadian seterusnya adalh sebagai berikut:
1.      Setelah membunuh unta, kaum yang durhaka mendatangi Nabi Shaleh sambil mencemooh, “Hai Shaleh! Jika benar engkau utusan Allah, mana siksa yang engkau janjikan itu? Unta itu telah kami bunuh!”
2.    Nabi Shaleh menjawab, “Saya sudah member peringatan kepada kalian, tetapi peringatan itu tidak kalian gubris. Kalian sudah berbuat dosa. Sekarang kalian boleh bersenang-senang selama 3hari saja. Setelah itu siksa yang dijanjikan Tuhan akan dating. Ini bukan perjanjian bohong”.
3.    Belum sampai 3hari, mereka dating lagi. Dengan sikap lebih sombong mereka minta kepada Nabi Shaleh agar siksa itu dipercepat.
4.    Sehari sebelum perjanjian habis, kaum yang durhaka mengadakan rapat untuk membunuh Nabi Shaleh. Mereka menganggap siksa Allah tidak akan datang. Nabi Shaleh dan pengikutnya yang beriaman berangkat ke Ramlah, suatu tempat di Palestina.
5.    Azab Allah itu akhirnya benar-benar datang. Pertama, kaum Tsamud di waktu bangun tidur wajahnya berubah menjadi kuning, lalu berubah menjadi merah, merah sekali. Hari berikutnya menjadi hitam, hitam pekat.
6.    Selanjutnya, terjadilah gempa yang dahsyat diiringi suara halilintar yang menggelegar menyambut dan dengan seketika memusnahkan kaum Tsamud yang durhaka
7.     Pengikut Nabi Shaleh yang jumlahnya 120 orang yang beriman, semuanya selamat. Sebagian ada yang berhijrah ke Hadramaut dan Makkah sampai akhir hayat mereka.
1. Nabi dan Rasul sama-sama utusan Allah  yang diberi wahyu oleh Allah, berdasarkan firman Allah,
" Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula)
seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai suatu keinginan ..."  (QS. Al
Hajj:52). Dalam ayat ini Allah membedakan antara nabi dan rasul, namun menjelaskan kalau
keduanya merupakan utusan Allah.
2.  Nabi dan rasul sama-sama diutus untuk menyampaikan syariat.Nabi dan rasul ada yang  diturunkan kepadanya kitab, ada pula yang tidak.
3. Kehidupan nabi dan rasul sebagaimana manusia biasa, mereka juga makan, minum, bekerja, berkeluarga, sakit maupun bermasyarakat.
4. Mereka juga sama-sama memiliki keimanan yang tinggi.
5. Mengesakan Allah, memiliki sifat maksum atau terjaga dari perbuatan tercela dan dosa.

6. Mereka laki-laki, mendapat wahyu Allah.


Monday, 12 January 2015

Penggolongan Bahan Galian Menurut UU No.11 Tahun 1967

Penggolongan bahan galian menurut Undang-Undang No. 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan, dibagi menjadi 3 (tiga) golongan, yaitu:
Bahan galian golongan A, yaitu bahan galian golongan strategis. Yang dimaksud strategis adalah strategis bagi pertahanan/keamanan negara atau bagi perekonomian negara;
Bahan galian golongan B, yaitu bahan galian vital, adalah bahan galian yang dapat menjamin hajat hidup orang banyak;
Bahan galian C, yaitu bahan galian yang tidak termasuk golongan A dan B.
Bahan galian apa saja yang termasuk ke dalam masing-masing golongan tersebut diatur berdasarkan ketentuan pengelompokan lebih rinci, dalam Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1980, yaitu:
1.Bahan galian golongan A atau bahan galian strategis, terdiri dari:
Minyak bumi, bitumen cair, lilin bumi, dan gas alam;
Bitumen padat, aspal;
Antrasit, batu bara, batu bara muda;
Uranium, radium, thorium, dan bahan-bahan radio aktif lainnya;
Nikel, kobalt;
Timah.
2. Bahan galian golongan B atau bahan galian vital, terdiri dari:
Besi, mangan, molibdenum, khrom, walfran, vanadium, titanium;
Bauksit, tembaga, timbal, seng;
Emas, platina, perak, air raksa, intan;
Arsen, antimon, bismut;
Yttrium, rhutenium, crium, dan logam-logam langka lainnya;
Berrillium, korundum, zirkon, kristal kwarsa;
Kriolit, flouspar, barit;
Yodium, brom, khlor, belerang.
3.Bahan galian golongan C atau bahan galian industri, terdiri dari:
Nitrat, phosphate, garam batu;
Asbes, talk, mike, grafit, magnesit;
Yarosit, leusit, tawas (alam), oker;
Batu permata, batu setengah permata;
Pasir kwarsa, kaolin, feldspar, gips, bentonite;
Batu apung, teras, obsidian, perlit, tanah diatome;
Marmer, batu tulis;
Batu kapor, dolomit, kalsit;
Granit, andesit, basal, trakkit, tanah liat, dan pasir.

Saturday, 27 December 2014

Cara Menghilangkan Warna Setelah Copy Paste

      Wahh .. ini yang biasanya jadi masalah saat copas (copy paste) Warna tersebut tidak bisa hilang walau diubah di MICROSOFT WORD . Biasanya orang yang ingin copas pengen warna sekitar huruf "TEXT BACKGROUND COLOUR" warnanya putih.
     
Langsung aja .. Caranya mudah

  1. Yang diperlukan
    • NOTEPAD (Aplikasi yang mungkin semua windows ada)
    • Text / tulisan yang mau di copas
  2. Cara
    • Blok dulu text - nya
    • Tekan / pencet CTRL sekaligus C
    • Buka Notepad
    • Tekan / pencet CTRL sekaligus V
    • Lalu blok dan tekan CTRL Sekaligus X untuk pindah
    • Lalu Paste (CTRL + V) di tempat yang dituju (misal Blog dll)
Sekian apabila ada salah saya minta maaf dan apabila ada saran / kritik mohon dikomentar
TERIMA KASIH

Ringkasan Materi Sholat Jumat

SHOLAT JUM'AT

Salat merupakan tiang agama, barang siapa meninggalkan shalat berarti ia menghancurkan agama. Oleh karena itu semua orang Islam yang sudah baligh baik laki-laki maupun perempuan wajib melaksanakan salat. Bagaimana dengan salat Jumat? Mari kita bahas materi salat Jumat berikut.
Salat Jumat adalah salat yang harus dikerjakan oleh setiap orang Islam laki-laki yang sudah baligh. Salat Jum’at juga wajib dilakukan bagi orang yang menetap di suatu daerah akan tetapi tidak wajib bagi yang musafir. Salat Jumat dilaksanakan pada hari Jumat sebagai ganti salat duhur, sebanyak dua rakaat dan dikerjakan secara berjamaah.
A.      Ketentuan-ketentuan Salat Jumat
Pengertian dan hukum salat Jumat
Salat Jumat ialah salat dua rakaat yang dilakukan secara berjamaah setelah dua khutbah pada waktu salat duhur di hari Jum’at. Salat Jumat dapat dilalukan di masjid, mushala kantor yang biasa digunakan untuk salat Jumat.
Kedudukan salat Jumat merupakan pengganti salat dhuhur. Apabila seseorang telah melaksanakan salat Jumat, maka ia tidak perlu lagi melakukan salat dhuhur pada hari Jumat tersebut.
Hukum melaksanakan salat Jumat termasuk fardlu ‘ain artinya wajib bagi setiap orang Islam laki-laki yang baligh, merdeka dan bermukim pada tempat tertentu. Bagi orang yang sakit boleh tidak salat Jumat tapi wajib melakukan salat dhuhur.
 Bagi wanita melaksanakan salat Jumat hukumnya sunnah. Wanita yang melakukan salat Jumat tidak perlu mengulangi salat dhuhur pada hari itu.
Kewajiban salat Jumat berdasarkan firman Allah swt:
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah kamu untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui” Q.S.: ( al-Jum’ah[62] : 9)
Berdasarkan ayat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa setiap muslim (orang Islam laki-laki) wajib melaksanakan salat Jumat, walaupun sedang dalam keadaan sibuk. Sebagai seorang Islam, apabila pada hari Jumat telah hampir memasuki waktu salat duhur, harus segera meninggalkan segala urusan dunia untuk segera menunaikan salat Jumat.
Rasulullah saw menegaskan dalam sebuah hadist :
Artinya: “ Rasulullah saw bersabda: Salat Jumat itu hak yang wajib dikerjakan oleh tiap-tiap muslim (orang Islam laki-laki) dengan berjamaah kecuali empat macam orang (1) hamba sahaya (2) perempuan, (3) anak-anak, (4) orang sakit.” (H.R. Abu Daud dan Hakim)
Hadis di atas menegaskan bahwa  tiap muslim laki-laki wajib melaksanakan salat Jumat. Adapun orang Islam yang tidak wajib salat Jumat terdiri dari, hamba sahaya, perempuan, anak-anak dan orang sakit. Walaupun demikian mereka wajib melaksanakan salat dzuhur.
Rasulullah saw memberi peringatan kepada orang Islam yang sengaja meninggalkan salat Jumat sebanyak tiga kali berturut-turut melalui sebuah hadi yang berbunyi:
Artinya: “ Barang siapa yang meninggalkan salat Jumat tiga kali berturut-turut, karena sifat malas semata, maka Allah mencap dan menutup hati orang itu.” (H.R. Khamsah/lima ahli hadis)
2.           Syarat Wajib dan Syarat Sah salat Jumat

Seseorang diwajibkan melaksanakan salat Jumat apabila memenuhi sayart-syarat tertentu. Jika salah satu syarat wajibnya tidak terpenuhi, maka gugurlah kewajiban melaksanakan salat Jumat baginya.
a.      Syarat wajib salat Jumat adalah sebagai berikut:
1.       Islam.
2.       Baligh (dewasa), tidak wajib atasanak-anak.
3.       Berakal, tidak wajib bagi orang gila.
4.       Laki-laki, sunah bagi perempuan.
5.       Sehat badan, tidak wajib atasorang sakit dan berhalangan.
6.       Mukim di tempat yang menetap, tidak wajib bagi orang yang sedang dalam perjalanan.
7.       Merdeka, tidak wajib atashamba sahaya.

b.      Syarat sah mendirikan salat Jumat:
1.       Dikerjakan di pemukiman yang tetap.
2.       Dikerjakan secara berjamaah sekurang kurang nya 40 orang baligh.
3.       Dikerjakan pada waktu duhur.
4.       Sebelum salat didahului dua khutbah.

3.     Sunah salat Jumat.

Hal-hal yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum menunaikan salat Jumat atau ketika di dalam masjid sebelum khatib naik mimbar sebagai amalan sunah Jumat adalah sebagai berikut:
a.          Mandi (dengan niat mandi sunah Jumat) bagi yang akan salat Jumat.
b.          Berhias atau memakai pakaian yang baik atau pakaian yang berwarna putih.
c.          Memakai harum-haruman atau minyak wangi.
d.          Memotong kuku, kumis dan menyisir rambut.
e.          Bersegera pergi ke masjid (tidak menunda-nunda waktu)
f.            Salat tahiyatul masjid.
g.          Membaca al-Quran atau berdzikir sebelum khutbah dimulai.


Hal-hal Yang Menghalangi Salat Jumat.

Salat Jumat hukumnya adalah wajib, namun apabila seeorang tertimpa salah satu halangan-halangan berikut, maka diperbolehkan untuk meninggalkan salat Jumat tetapi wajib melaksanakan salat duhur. Halangan-halangan itu adalah
a.          Sakit.
b.          Hujan lebat sehingga menyulitkan untuk berangkat salat jumat.
c.          Sedang dalam perjalanan jauh.

Ketentuan Khutbah Jumat.
Ada beberapa syarat dan rukun yang harus dipenuhi dalam khutbah Jumat. Apabila salah sat syarat atau rukunnya tidak terpenuhi maka khutbahnya menjadi tidak syah, sehingga menyebabkan salat Jumat yang dilaksanakan menjadi tidak syah. Adapun syarat dan rukun khutbah adalah sebagai berikut:

a.      Syarat khutbah Jumat:
1)         Khutbah dimulai setelah masuk waktu duhur.
2)         Khatib memberi khutbah dengan berdiri apabila mampu.
3)         Khatib duduk diantara dua khutbah, sekurang-kurangnya berhenti sebentar.
4)         Khutbah pertama dengan khutbah kedua dilaksanakan secara berturut turut.
5)         Khutbah dilakukan dengan suara keras.
6)         Khatib menutup aurat serta suci dari hadas dan najis.
b.       Rukun Khutbah Jumat.
1)         Membaca hamdalah
2)         Membaca dua kalimah syahadat
3)         Membaca salawat nabi muhammad saw.
4)         Berwasiat atau memberi nasehat tentang taqwa kepada Allah swt
5)         Membaca al-Quran pada salah satu khutbah.
6)         Berdoa untuk kaum muslimin muslimat dan mukminin mukminat pada khutbah kedua.

B.          Mempraktikkan Salat Jumat.

Salat Jumat merupakan salat fardu yang dilaksanakan seminggu sekali, yaitu pada hari Jumat. Oleh karena itu setiap muslim harus mengetahui tata cara salat Jumat yang benar.  Ada beberapa langkah yang  harus diketahui dalam melaksanakan salat Jumat, yaitu:
1)       setelah waktu salat Jumat tiba, muazin mengumandangkan azan.
2)       Setelah azan, jamaah melakukan salat sunah Jumat (qabliyah) dua rakaat.
3)       Muazin mengumandangkan azan kedua sebagai tanda bahwa khutbah akan dimulai.
4)       Khatib membacakan khutbah yang pertama
5)       Setelah khutbah pertama selesai, maka khatib duduk sebentar diantara dua khutbah.
6)       Khatib berdiri lagi melaksanakan khutbah kedua.
7)       Khatib turun dari mimbar kemudia muazin melaksanakan iqamah untuk memulai salat Jumat.
8)       Salat Jumat dilaksanakan dua rakaat .

Di dalam salat Jumat, disunahkan membaca surat al Jumuah atau Al A’la pada rakaat pertama dan surah al Munafiqun atau al Ghasyiyah pada rakaat yang kedua.
Ketika khatib sedang berkhutbah, jamaah hendaknya duduk dengan teratur, tenang, mendengarkan isi khutbah dan tidak berbicara atau bersendau gurau.
Sabda Rasulullah saw:

Artinya: “ Apabila engkau berkata pada temanmu pada hari Jumat ‘diam’ sewaktu khatib berkhutbah, maka sesungguhnya telah rusaklah Jumatmu.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Di samping itu selama salat  Jumat berlangsung hendaknya membentuk saf yang lurus, rapat dan rapi.
C.    Fungsi Salat Jumat.
1.       Meningkatkan iman dan takwa serta menambah bekal kehidupan akhirat
2.       Meningkatkan rasa syukur  dan ingat kepada Allah swt.
3.       Mempererat jalinan komunikasi antar umat Islam
4.       Merupakan syiar Islam dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar
5.       Menumbuhkan sikap disiplindan ketaatan dalam kehidupanSHOLAT JUM'AT

Salat merupakan tiang agama, barang siapa meninggalkan shalat berarti ia menghancurkan agama. Oleh karena itu semua orang Islam yang sudah baligh baik laki-laki maupun perempuan wajib melaksanakan salat. Bagaimana dengan salat Jumat? Mari kita bahas materi salat Jumat berikut.
Salat Jumat adalah salat yang harus dikerjakan oleh setiap orang Islam laki-laki yang sudah baligh. Salat Jum’at juga wajib dilakukan bagi orang yang menetap di suatu daerah akan tetapi tidak wajib bagi yang musafir. Salat Jumat dilaksanakan pada hari Jumat sebagai ganti salat duhur, sebanyak dua rakaat dan dikerjakan secara berjamaah.
A.      Ketentuan-ketentuan Salat Jumat
Pengertian dan hukum salat Jumat
Salat Jumat ialah salat dua rakaat yang dilakukan secara berjamaah setelah dua khutbah pada waktu salat duhur di hari Jum’at. Salat Jumat dapat dilalukan di masjid, mushala kantor yang biasa digunakan untuk salat Jumat.
Kedudukan salat Jumat merupakan pengganti salat dhuhur. Apabila seseorang telah melaksanakan salat Jumat, maka ia tidak perlu lagi melakukan salat dhuhur pada hari Jumat tersebut.
Hukum melaksanakan salat Jumat termasuk fardlu ‘ain artinya wajib bagi setiap orang Islam laki-laki yang baligh, merdeka dan bermukim pada tempat tertentu. Bagi orang yang sakit boleh tidak salat Jumat tapi wajib melakukan salat dhuhur.
 Bagi wanita melaksanakan salat Jumat hukumnya sunnah. Wanita yang melakukan salat Jumat tidak perlu mengulangi salat dhuhur pada hari itu.
Kewajiban salat Jumat berdasarkan firman Allah swt:
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah kamu untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui” Q.S.: ( al-Jum’ah[62] : 9)
Berdasarkan ayat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa setiap muslim (orang Islam laki-laki) wajib melaksanakan salat Jumat, walaupun sedang dalam keadaan sibuk. Sebagai seorang Islam, apabila pada hari Jumat telah hampir memasuki waktu salat duhur, harus segera meninggalkan segala urusan dunia untuk segera menunaikan salat Jumat.
Rasulullah saw menegaskan dalam sebuah hadist :
Artinya: “ Rasulullah saw bersabda: Salat Jumat itu hak yang wajib dikerjakan oleh tiap-tiap muslim (orang Islam laki-laki) dengan berjamaah kecuali empat macam orang (1) hamba sahaya (2) perempuan, (3) anak-anak, (4) orang sakit.” (H.R. Abu Daud dan Hakim)
Hadis di atas menegaskan bahwa  tiap muslim laki-laki wajib melaksanakan salat Jumat. Adapun orang Islam yang tidak wajib salat Jumat terdiri dari, hamba sahaya, perempuan, anak-anak dan orang sakit. Walaupun demikian mereka wajib melaksanakan salat dzuhur.
Rasulullah saw memberi peringatan kepada orang Islam yang sengaja meninggalkan salat Jumat sebanyak tiga kali berturut-turut melalui sebuah hadi yang berbunyi:
Artinya: “ Barang siapa yang meninggalkan salat Jumat tiga kali berturut-turut, karena sifat malas semata, maka Allah mencap dan menutup hati orang itu.” (H.R. Khamsah/lima ahli hadis)
2.           Syarat Wajib dan Syarat Sah salat Jumat

Seseorang diwajibkan melaksanakan salat Jumat apabila memenuhi sayart-syarat tertentu. Jika salah satu syarat wajibnya tidak terpenuhi, maka gugurlah kewajiban melaksanakan salat Jumat baginya.
a.      Syarat wajib salat Jumat adalah sebagai berikut:
1.       Islam.
2.       Baligh (dewasa), tidak wajib atasanak-anak.
3.       Berakal, tidak wajib bagi orang gila.
4.       Laki-laki, sunah bagi perempuan.
5.       Sehat badan, tidak wajib atasorang sakit dan berhalangan.
6.       Mukim di tempat yang menetap, tidak wajib bagi orang yang sedang dalam perjalanan.
7.       Merdeka, tidak wajib atashamba sahaya.

b.      Syarat sah mendirikan salat Jumat:
1.       Dikerjakan di pemukiman yang tetap.
2.       Dikerjakan secara berjamaah sekurang kurang nya 40 orang baligh.
3.       Dikerjakan pada waktu duhur.
4.       Sebelum salat didahului dua khutbah.

3.     Sunah salat Jumat.

Hal-hal yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum menunaikan salat Jumat atau ketika di dalam masjid sebelum khatib naik mimbar sebagai amalan sunah Jumat adalah sebagai berikut:
a.          Mandi (dengan niat mandi sunah Jumat) bagi yang akan salat Jumat.
b.          Berhias atau memakai pakaian yang baik atau pakaian yang berwarna putih.
c.          Memakai harum-haruman atau minyak wangi.
d.          Memotong kuku, kumis dan menyisir rambut.
e.          Bersegera pergi ke masjid (tidak menunda-nunda waktu)
f.            Salat tahiyatul masjid.
g.          Membaca al-Quran atau berdzikir sebelum khutbah dimulai.


Hal-hal Yang Menghalangi Salat Jumat.

Salat Jumat hukumnya adalah wajib, namun apabila seeorang tertimpa salah satu halangan-halangan berikut, maka diperbolehkan untuk meninggalkan salat Jumat tetapi wajib melaksanakan salat duhur. Halangan-halangan itu adalah
a.          Sakit.
b.          Hujan lebat sehingga menyulitkan untuk berangkat salat jumat.
c.          Sedang dalam perjalanan jauh.

Ketentuan Khutbah Jumat.
Ada beberapa syarat dan rukun yang harus dipenuhi dalam khutbah Jumat. Apabila salah sat syarat atau rukunnya tidak terpenuhi maka khutbahnya menjadi tidak syah, sehingga menyebabkan salat Jumat yang dilaksanakan menjadi tidak syah. Adapun syarat dan rukun khutbah adalah sebagai berikut:

a.      Syarat khutbah Jumat:
1)         Khutbah dimulai setelah masuk waktu duhur.
2)         Khatib memberi khutbah dengan berdiri apabila mampu.
3)         Khatib duduk diantara dua khutbah, sekurang-kurangnya berhenti sebentar.
4)         Khutbah pertama dengan khutbah kedua dilaksanakan secara berturut turut.
5)         Khutbah dilakukan dengan suara keras.
6)         Khatib menutup aurat serta suci dari hadas dan najis.
b.       Rukun Khutbah Jumat.
1)         Membaca hamdalah
2)         Membaca dua kalimah syahadat
3)         Membaca salawat nabi muhammad saw.
4)         Berwasiat atau memberi nasehat tentang taqwa kepada Allah swt
5)         Membaca al-Quran pada salah satu khutbah.
6)         Berdoa untuk kaum muslimin muslimat dan mukminin mukminat pada khutbah kedua.

B.          Mempraktikkan Salat Jumat.

Salat Jumat merupakan salat fardu yang dilaksanakan seminggu sekali, yaitu pada hari Jumat. Oleh karena itu setiap muslim harus mengetahui tata cara salat Jumat yang benar.  Ada beberapa langkah yang  harus diketahui dalam melaksanakan salat Jumat, yaitu:
1)       setelah waktu salat Jumat tiba, muazin mengumandangkan azan.
2)       Setelah azan, jamaah melakukan salat sunah Jumat (qabliyah) dua rakaat.
3)       Muazin mengumandangkan azan kedua sebagai tanda bahwa khutbah akan dimulai.
4)       Khatib membacakan khutbah yang pertama
5)       Setelah khutbah pertama selesai, maka khatib duduk sebentar diantara dua khutbah.
6)       Khatib berdiri lagi melaksanakan khutbah kedua.
7)       Khatib turun dari mimbar kemudia muazin melaksanakan iqamah untuk memulai salat Jumat.
8)       Salat Jumat dilaksanakan dua rakaat .

Di dalam salat Jumat, disunahkan membaca surat al Jumuah atau Al A’la pada rakaat pertama dan surah al Munafiqun atau al Ghasyiyah pada rakaat yang kedua.
Ketika khatib sedang berkhutbah, jamaah hendaknya duduk dengan teratur, tenang, mendengarkan isi khutbah dan tidak berbicara atau bersendau gurau.
Sabda Rasulullah saw:

Artinya: “ Apabila engkau berkata pada temanmu pada hari Jumat ‘diam’ sewaktu khatib berkhutbah, maka sesungguhnya telah rusaklah Jumatmu.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Di samping itu selama salat  Jumat berlangsung hendaknya membentuk saf yang lurus, rapat dan rapi.
C.    Fungsi Salat Jumat.
1.       Meningkatkan iman dan takwa serta menambah bekal kehidupan akhirat
2.       Meningkatkan rasa syukur  dan ingat kepada Allah swt.
3.       Mempererat jalinan komunikasi antar umat Islam
4.       Merupakan syiar Islam dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar
5.       Menumbuhkan sikap disiplindan ketaatan dalam kehidupan

Tuesday, 23 December 2014

Macam Sholat Sunah dan cara melaksanakannya

Bab 2  Lebih Dekat Kepada Allah dengan Mengamalkan Śalat

1.1.        Sholat Sunah Munfarid
a.       Shalat Rowatib
Rawatib berasaldarikatarat’bah,yangartinyatetap,menyertai,atau terusmenerus.Dengandemikian shalat sunnahrawatib adalah shalat yang dilaksanakanmenyertaiataumengiringi shalat fardu,baiksebelummaupun sesudahnya. Sebaiknay dikerjakan dirumah.

Ditinjau darisegihukumnya, shalat rawatibiniterbagimenjadidua macam,yaitu:
1)           Shalat rawatib  mu`akadah  (śalat  rawatib  yang  sangat  dianjurkan).
Adapun yang merupakan shalat rawatibmu`akkadahyaitu:
Þ  Dua rakaat sebelum shalat Zuhur
Þ  Dua rakaat sesudah shalat Zuhur
Þ  Dua rakaat sesudah shalat Magrib
Þ  Dua rakaat sesudah shalat Isya’
Þ  Dua rakaat sebelum shalat Subuh.
2)  shalat rawatibgairumu`akkadah(śalatrawatibyangcukupdianjurkan untukdikerjakan).Adapunyangmerupakan shalat sunnahrawatibgairu mu`akkadahyaitu:
Þ  Dua rakaat sebelum Zuhur (selain dua rakaat yang mu`akkadah)
Þ  Dua rakaat sesudah Zuhur (selain dua rakaat yang mu`akkadah)
Þ  Empat rakaat sebelum Asar
Þ  Dua rakaat sebelum Magrib.
Ditinjaudari  segi  pelaksanaannya,  shalat  rawatibini  terbagi menjadi dua yaitu :
1.    Qabliyyah (dikerjakan sebelum shalat fardu)
Þ  Dua rakaat sebelum shalat Subuh.
Þ  Empat rakaat sebelum shalat Zuhur (yang 2 rakaat muakad, yang 2 rakaak ghoiru muakad)
Þ  Empat rakaat sebelum Asar
Þ  Dua rakaat sebelum Magrib.
Þ2 rekaat sebelum isya’
2.  Badiyyah (dikerjakan setelah shalat fardu).
Þ  Empat rakaat sesudah shalat Zuhur (yang 2 rakaat muakad, yang 2 rakaak ghoiru muakad)
Þ  Dua rakaat sesudah shalat Magrib
Þ  Dua rakaat sesudah shalat Isya’

Adapun tata cara melaksanakan shalat sunnah rawatibsebagai berikut:
1 Niat menurut waktunya.contoh lafal niat qobliyah dluhur.
Artinya : aku niat shalat sebelum shalat dluhur dua rakaat karena Allah Swt.
2.  Dikerjakan tidakdidahului dengan azan dan iqamah.
3.  Shalat sunnah rawatibini dilaksanakansecara munfarīd (sendirian).
4.  Bila lebih dari dua rakaat gunakan satu salam setiapdua rakaat.
5.  Membaca  dengan  suara  yang  tidak  dinyaringkan  seperti  pada  saat melaksanakan shalat Zuhur dan shalat Asar.
6.  Shalat dikerjakan  dengan  posisi  berdiri.  Jika  tidak  mampu  boleh dengan duduk, atau jika masih tidakmampu boleh berbaring.
7.  Sebaiknyaberbeda tempat adri shalat yang fardu, (jika memungkinkan)

b.      Sholat Tahiyatul Masjid
Shalat Sunnah Tahiyyatul Masjid ialah : Istilah yang diberikan bagi shalat sunnah ketika memasuki sebuah masjid/musholla/langgar dan dikerjakan sebelum duduk, (shalat 2 rakaat untuk menghormati masjid). Ketika memasuki masjid kita disunahkan membaca do’a
  artinya : Yaa Allah ampunilah dosa-dosaku, dan bukakanlah pintu rahmat-Mu untukku.

Adapun tata cara melaksanakan shalat sunnah rowatib adalah :
1.     Niat. Ketia masuk masjid jangan langsung duduk, tetapi laksanakan sholat tahayatul masjid dengan lafal niat
2.     Takbiratul ikrom membaca do’a iftitah, al Fatehah dst.  sampai salam (dua rakaat)


c.       Sholat Istikharoh.
ü  Shalatistikhārah  adalahshalat sunah 2 rakaatdenganmaksuduntukmemohonpetunjuk dari Allah Swt. diantara dua pilihan atau lebih.
ü  Hukumnya sunah Muakad.
ü  Waktunya malam hari lebih utama sepertiga malam yang akhir.
ü  Tata cara melakukan
1.   Bangun malam, berwudhu, niat shalat. Ucapan niat yaitu :
      Artinya:“Sayaberniatśalatsunnahistikhārahduarakaatkarena Allah Taala.
2.   Pada  rakaat  pertama  setelah  membacsurah  al-Fātihahkemudian membacasurahal-Kāfirun. Bacaansurahal-Kāfirun bolehlebihdari satu kali, yakni tiga,tujuh, atau sepuluh kali.
3.   Padarakaatkeduasetelahmembacasurahal-Fātihahkemudian membaca surah al-Ikhlās. Bacaan surah al-Ikhlās boleh lebih dari satu kali, yakni tiga,tujuh, atau sepuluh kali.
4.   Setelahśalatduarakaat,dilanjutkandenganmembacadoaistikhārah yang diajarkan Nabi Muhammad saw. sebagai berikut

Artinya   Y Allah  sesungguhnya  ak memohon kebaiakn dalam urusankudenganilmu-Mu,danakumemohonkepastiandengankudrat-Mu.Akumemohonkeutamaan-MuYangagung,BahwasannyaEngkau MahaKuasa,sedangkanakutidakberdaya.Engkaumengetahuisegala yanggaib.YaAllah,engkaumengetahuisegalahajatkuberupa.......,jika
itubaikbagikudalamagamadankehidupankusertadampaknyadidunia danakhirat,makajadikanlahiauntukku,berkatilahdalammeraihnya,sertamudahkaniauntukku.
Engkaupunmengetahuijikaurusaniniburuk bagiku,baikdalam  urusanagamaku,kehidupankudandampaknyadi dunia  dan  akhirat,  mak jauhkanlah  dia  darik dan  jauhkanlah    aku darinya,kemudiantetapkanlahkebaikanuntukkudimanasajaakuberada.
SesungguhnyaEngkauMahaKuasaatassegalaperkara, kemudianEngkau
meridainya.


d.      Sholat Dhuha.
Þ     Shalat sunnah Dluha ialah : Isthilah yang diberikan untuk shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu Dluha. Sekurang-kurangnya 2 rakaat, paling banyak 12 rakaat.
عَنْ اَبِى ذَرّ عَنِ النَّبِيّ ص اَنَّهُ قَالَ: يُصْبِحُ عَلَى كُلّ سُلاَمَى مِنْ اَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. فَكُلُّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةٌ وَ كُلُّ تَحْمِيْدَةٍ صَدَقَةٌ وَ كُلُّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةٌ وَ كُلُّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةٌ وَ اَمْرٌ بِاْلمَعْرُوْفِ صَدَقَةٌ وَ نَهْيٌ عَنِ اْلمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَ يُجْزِئُ مِنْ ذلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحى. مسلم
Dari Abu Dzarr, dari Nabi SAW, bahwasanya beliau bersabda, “Setiap pagi, tiap-tiap ruas sendi seseorang diantara kalian ada sadaqahnya. Maka setiap tasbih itu sadaqah, setiap tahmid itu sadaqah, setiap tahlil itu sadaqah dan setiap takbir itu sadaqah, amar ma’ruf itu sadaqah, nahi munkar itu sadaqah, dan mencukupi yang demikian itu dengan shalat Dluha dua rekaat”. [HR. Muslim juz 1, hal. 498]


Þ     Cara melaksanakan, dengan dua rakaat salam- dua rakaat salam, bacaanya pelan.
1.    Niat jika dilafalkan niatnya sbb;
Artinya ; Aku niat shalat dhuha 2 rakaat karena Allah semata.
2.    membaca iftitah, al Fatehah, dst sampai salam (setiap 2 rakaat salam)
3.    setelah selesai shalat berdo’a, do’anya bebas yang utama meminta rizki.

1.2.        Sholat Sunah Berjama’ah (Pada bab ini yang dipelajari Shalat Idul  fitri, Idul Adha, Shalat Kusuf dan Khusuf, Shalat Istisqo’))
a.  Shalat Idul Fitri
      1.  Tata Cara Shalat Idul Fitri
ØHukumnya sunah muakad (sunah yang sangat dianjurkan)
ØDilaksanakan pada tanggal 1 syawal sesudah terbit matahari s.d tergelincir matahari, setelah puasa ramadhan, terdiri dari 2 rakaat, setelah selesai shalat dilanjutkan dengan kutbah.
ØPada raka’at pertama dimulai dengan  niat.  Lafal niat yaitu
Artinya : Aku niat shalat idul fitri dua rakaat karena Allah Swt.
ØTakbiratul ikhrom, dilanjutkan membaca iftitah, kemudian dilanjutkan takbir sebanyak 7 kali, setelah selesai takbir yang ke 7 imam shalat melanjukan membaca Al fatehah dan surat/ayat Al Qur’an (diutamakan surah Qāf atau surah al-A’lā). Disela-sela7 takbir  disunahkan membaca :
Artinya:“MahasuciAllah,dansegalapujibagiAllah,tidaTuhan
melainkan Allah, Allah Mahabesar.
ØPada raka’at ke dua setelah takbir sebelum membaca al Fatihan dilakukan takbir sebanyak 5 kali disela-sela takbir disunahkan membaca do’a seperti di atas, setelah membaca Al fatehah dan surat/ayat Al Qur’an (diutamakan surah al-Qamar atau surah al-Gāsyiyah)
ØShalat dilanjutkan samapi salam, setelah salam dilanjutkan khutbah idul fitri.
2.       Sunah-Sunah Shalat Idul Fitri
ØMandi dulu
ØBerpakaian yang baik
ØMakan sebelum berangkat
ØPulang dan berangkat dengan jalan yang berbeda
ØMemperbanyak bacaan takbir, tahlil dan tahmid sebelum shalat idul fitri

b.  Shalat Idul Adha
1.   Ketentuan shalat idul adha sama dengan shalat idul fitri baik hukumnya, jumlah rakaat, jumlah takbirnya, dan bacaan-bacaanya, yang berbeda adalah niatnya, dan pelaksanaanya dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhizah.
      Lafal niat adalah :
Artinya : Aku niat shalat idul adha dua rakaat karena Allah Swt.
2.   Sunah-sunah shalat idul adha juga sama dengan sunah-sunah idul fitri yang berbeda hanya pada shalat idul adha waktu berangkat tidak makan, makannya setelah shalat idul adha.

c.  Shalat Kusūf (gerhana matahari) dan Shaalat Khusūf (gerhana bulan)
Shalat Kusuf/Khusuf ialah istilah yang diberikan untuk shalat sunnah di waktu terjadi gerhana matahari maupun gerhana bulan.
Bilangan raka'at dan cara pelaksanaannya :
ØShalat kusuf/khusuf ini utamanya dilaksanakan di masjid secara berjama'ah dan dengan khutbah sesudah shalat.
ØShalat gerhana ini tanpa adzan dan iqamah; tetapi hanya panggilan, misalnya "Ash-Sholaatu Jaami'ah" (Mari kita berkumpul untuk shalat)
ØShalat ini menunjukkan tanda diantara tanda-tanda kekuasaan Allah yang Dia tunjukkan kepada kita.
ØShalat sunnah ini dikerjakan sebanyak 2 raka'at dengan bacaan jahr.
ØPada tiap-tiap raka'at mengandung 2 bacaan al Fatehan dan ayat Al Qur’an, 2 ruku' 2 I’tidal dan 2 sujud (dalam dua rakaat terdapat 4 bacaan al Fatehan dan ayat Al Qur’an, 4 ruku' 4 I’tidal dan 4 sujud)  dengan cara sebagai berikut :
1.   Niat
      Lafal niat adalah :
     
ØShalat kusuf
Artinya : Aku niat shalat kusuf dua rakaat sebagaimakmum/ imam karena Allah Swt
ØShalat khusuf
 Artinya : Aku niat shalat kusuf dua rakaat sebagaimakmum/ imam karena Allah Swt
2.   Takbiratul Ihram, 
3.   Membaca doa iftitah, 
4.   Membaca ta'awwudz, 
5.   Membaca Al-Fatihah, sampai membaca Amin,
6.   Membaca Surat/Ayat Al-Qur'an,
7.   Ruku' dan membaca do’a ruku',
8.   I'tidal (berdiri tegak kembali),
9.   Membaca Surat/Ayat Al-Qur'an (tangan bersedekap seperti semula),
10. Ruku' dan membaca do’a ruku',
11. I'tidal (berdiri tegak kembali),
12. Sujud dan membaca do’a sujud,
14. Duduk antara dua sujud,
15. Sujud kedua. Kemudian berdiri untuk raka'at yang kedua. Pada raka'at kedua dikerjakan seperti raka'at yang pertama tadi, mulai dari urutan nomor 4, dan seterusnya,sampai no 14
16. Setelah sujud ke dua kemudian duduk Attahiyyat akhir dengan membaca tasyahhud akhir
 17.Salam.

e.  Shalat Istisqā(meminta hujan)
Adalah shalat sunah 2 raka-at yang dikaukan untuk meminta hujan, dilakukan pada saat terjadi kemarau panjang dan kekeringan, dikerjakan di tanah lapang dengan mengajak seluruh umat Islam baik laki-laki maupun perempuan, tua, muda, anak-anak, termasuk hewan peliharaan.
Tata caranya adalah :
ØSebelum dilaksanakan salat istisqo diinformasikan kepada muslim muslimat untuk puasa selama 4 hari, memperbayak istigfar, berzikir, dan bertaubat.
ØPada hari ke 4 (masih dalam kondosi berpuasa) seluruh umat Islam baik laki-laki maupun perempuan, tua, muda, anak-anak, menuju ke tanah lapang dengan pakaian yang sederhana dengan membawa hewan peliharaan.
ØSetelah semuan jamaah siap melaksanakan salat, salah satu jamaah mengumandangkan kalimat    sebagai tanda shalat akan dimulai.
ØShalatsunnahdilaksanakansepertiShalatsunnahyanglainnya.Setelah membacasurahal-Fatihah dilanjutkanmembacasurah-surahyang panjang.
ØSetelahsalam,khatib membacaduakhutbah.Padakhutbahyang pertama  dimulai  dengan  membaca  istigfarsembilan  kali  dan  yang kedua dimulai dengan membaca istigfartujuh kali.

1.3.        Sholat Sunah Boleh berjama’ah Boleh Munfarid (yang dipelajari pada bab ini ada 2 : shalat tarawih dan salat witir)
a.       Shalat Tarawih
ü  Adalah shalat sunah  yang dikerjakan pada malam hari selama bulan ramadhan (boleh diawal malam, ditengah malam ataupun diakhir malam). Secara bahasa tarawih adalah santai/rilek.
ü  Hukumnya sunah muakad.
ü  Jumlah rakaatnya, ada yang 8 rakaat (pada zaman nabi Muhammad SAW) ada yang 20 rakaat (pada masa umar bin khottob) ada pula yang 36 rakaat (pada masa Umar bin Abdul Azizi).Selain itu ada yang mengerjakan 2 rakaat salam, ada juga yang 4 rakaat salam. (SEMUANYA BENAR, KITA SALING MENGHORMATI)
ü  Biasanya setelah shalat tarawih dilanjutkan shalat witir.

b.      Shalat witir
üAdalah shalat sunah yang dikerjakan dimalam hari dan rakaatnya ganjil, yaitu antara 1 rakaat sampai 11 rakaat. Boleh sebelum tidur boleh susudah tidur, boleh juga diluar bulan puasa, boleh shalat mandiri boleh digabung dengan shalat yang lainya sebagai penutup. Secara bahasa witir artinya ganjil.
üHukumnya sunah muakad.
üJika dikerjakan 1 rakaat, 3 rakaat, 5 rakaat, maka : (1 rakaat langsung salam, 3 rakaat langsung salam (tanpa atahiyat awal), 5 rakaat langsung salam (tanpa atahiyat awal).
üJika mengerjakan 7 rakaat, 9 rakaat, 11 rakaat, maka : (7 rakaat - pada rakaat ke 6 atahiyat awal rakaat ke 7 atahiyat akhir dilanjutkan salam, 9 rakaat - pada rakaat ke 8 atahiyat awal rakaat ke 9 atahiyat akhir dilanjutkan salam, 11 rakaat - pada rakaat ke 8 atahiyat awal rakaat ke 9 atahiyat akhir dilanjutkan salam dan ditambah 2 rakkat lagi)

c.       Shalat Tasbih
ü  Adalah slat sunah 4 rakaat yang didalamnya terdapat 300 bacaan tasbih. Bisa dilaksanakan siang hari bisa juga di malam hari. Jika dilaksanakan di malam hari dengan cara 2 rakkat salam ditambah lagi 2 rakaat salam, jika di siang  hari langsung 4 rakaat salam
ü  Tata cara melaksanakan adalah sbb :
ØNiat jika di ucapakan adalah :
  
artinya : aku niat salat tasbih 2 rakat karena Allah semata. (jika 4 rakaat kata ro’ataini diganti arbaah rokaatiin).
ØSetelah  membaca  surah  al-Fatihah  dan  surat-surat  pendek,  membaca tasbih 15kali,
ØKetikaruku’ (setelah membaca doa ruku’) membaca tasbih 10kali.
ØKetikabangundariruku’(setelahmembacadoanya)membacatasbih10 kali.
ØKetikasujudpertama(setelahmembacadoasujud)membacatasbih10 kali.
ØKetika  duduk  di  antara  dua  sujud  (setelah  membaca  doanya)  membaca tasbih 10kali.
ØKetikasujud kedua (setelah membaca doanya) membaca tasbih 10kali.
ØKetikaakanberdiriuntukrakaatyangkeduadudukdulu(dudukistirahat) membaca tasbih 10kali,

ØSetelah itu berdiri untuk rakaat yang kedua yang bacaannya sama dengan rakaat yang pertama. Pada rakaat kedua, setelah membaca tasyahud, baik tasyahud awal maupun akhir, membaca tasbih 10kali.

Dengandemikianapabilakitahitungjumlahbacaantasbihtiapsaturakaat adalah75 kali.Berartijumlahkeseluruhanbacaantasbihdalamśalattasbih adalah 75x 4rakaat = 300kali bacaan tasbih.

d.      Shalat Tahajud
v  Shalat tahajud adalah shalat sunah yang dikerjakan dimalam hari setelah didahului tidur dengan rakaat genap, minimal 2 rakaat maksimal tidak dibatasi.
v  Hukumnya sunah muakad.
v  Waktu yang paling utama sepertiga malam yang terakhir, kira-kira jam 3 pagi.
v  Dalil naqlinya :
 Artinya: “Danpadasebagianmalam,lakukanlahśalattahajjud(sebagai suatuibadah)tambahanbagimu:mudah-mudahanTuhanmumengangkatmu ke tempat yang terpuji.”(QS. al-Isra’/17:79)
v  Tata cara melaksanakan :
1)                DilaksanakanpadawaktusetelahśalatIsyasampaidenganfajarsidiq (menjelang waktu Subuh) dan setelah tidur. Diawali dengan niat, apa bila diucapkan niatnya sbb.

artinya : aku niat salat tahajud 2 rakat karena Allah semata. (jika 4 rakaat kata ro’ataini diganti arbaah rokaatiin).
2)   Jumlahrakaatnyapalingsedikitduarakatdanpalingbanyaktidakdibatasi.
3)   Dilaksanakan sendirian (munfarīd) atau berjamaah.
4)   Lebihutamasetiapduarakaatsalam.Apabiladilaksanakanempatrakaat jangan ada tasyahud awal.

Hikmah melaksanakan shalat sunnahsebagai berikut:
a.   Disediakanjalankeluardarisegalapermasalahandanpersoalannyadan senantiasaakan diberikan  rezeki yang cukup oleh Allah Swt.
b.   Menambah kesempurnaan śalat fardu.
c.   Menghapuskandosa,meningkatkanderajat,keridhoanAllahSwt.serta menumbuhkan kecintaan kepada Allah Swt.
d.   SebagaiungkapanrasasyukurkitakepadaAllahSwt.atasberbagaikarunia besar yang sering kurang kita sadari.
e.   Mendatangkan  keberkahan  pada  rumah  yang  sering  digunakan  untuk śalatsunnah.śalatyangdianjukanilaksanakanberjamaahdiutamakan dilaksanakandimasjidsedangkanśalatsunnahyangpelaksanakannya secara  munfarīd  (sendiri)  sebaiknya  dilaksanakan  di  rumah  walaupun apabila dilaksanakan di masjid juga diperbolehkan.
f Hidup menjadi terasa nyaman dan tenteram.


 
Blogger Templates